Jumat, 30 Juli 2010

Taufik Dapat Runner Up Cetak
Sunday, 01 November 2009


Written by Aki Baihaki,

Views : 4415
Taufik Hidayat dikalahkan Lin Dan (CHN) di final (foto: Tom Vanzieleghem)
Taufik Hidayat dikalahkan Lin Dan (CHN) di final (foto: Tom Vanzieleghem)


Tunggal putra nomor satu Indonesia Taufik Hidayat gagal mengalahkan musuh bebuyutannya Lin Dan di Paris hari ini. Taufik yang banyak membuat kesalahan sendiri ini juga sedikit terlihat kalah cepat dibandingkan lawannya yang lebih muda. Taufik kalah dua set langsung 6-21 15-21.

Permainan Taufik belum berkembang di set pertama. Tunggal utama Indonesia ini banyak melayangkan bola ke net atau ke luar lapangan. Walau rally-rally berlangsung panjang dan ketat, biasanya permainan diakhiri dengan kesalahan Taufik.

Lin Dan tidak menahan diri untuk meninggalkan Taufik 6-0 di awal permainan. Taufik menambah satu angka namun dibalas tiga pukulan Lin Dan menjadi 9-1. Taufik lalu meraih 2 angka, Lin Dan membalas balik satu poin kemudian Taufik bermain indah merebut tiga poin. Kedudukan menjadi 10-6 bagi Lin Dan dan pemain Cina ini tidak memberikan satu poin pun hingga ia menutup set 21-6.

Di set kedua permainan Taufik sedikit meningkat namun banyaknya unforced errors dari Taufik kembali menjadi faktor kemenangan Lin Dan. Di set kedua permainan lebih panas dengan rally-rally panjang dan permainan kelas tinggi bulutangkis ditampilkan kedua pihak. Taufik berkali-kali mengeluarkan backhand smash yang menghibur penonton. Sayang perjuangan Taufik kali ini cepat ditangguhkan Lin Dan 21-15.

Seusai pertandingan Taufik mengatakan ia cukup puas targetnya ke final sudah tercapai untuk menjaga prestasi tahun lalu. Ia juga menyanggah anggapan bahwa dirinya terlalu letih akibat pertarungan hebat kemarin melawan Peter Gade. Menurutnya ini memang giliran sang pemain Cina untuk mengalahkannya saat ia makin berumur. "Dulu waktu Lin Dan baru mulai main, giliran saya yang sering mengalahkan dia," ujar Taufik.

Taufik juga mengutarakan kesenangannya bermain di Paris. Ia berjanji akan kembali ke Paris tahun depan untuk Kejuaraan Dunia. Tentu saja Taufik menyukai kejuaraan di negeri cinta ini, pasalnya seisi stadion berdiri di belakang Taufik. Saat Taufik meraih poin, gemuruh stadion merebak diiringi terompet dan teriakan-teriakan berbagai bahasa. Bahkan penonton Perancis pun menyorak-nyoraki nama Taufik dengan benar padahal cukup sulit untuk mereka mengucapkan huruf H di awal kata--yang biasanya tidak diucapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar